Selamat datang di website resmi Rumah Sakit dr. Soekardjo

dr. Kartijo, Sp. KJ

Dewasa ini Insomnia bukan lagi hal asing bagi masyarakat, insomnia atau sebuah gangguan yang menyebabkan seseorang sulit untuk tidur dapat menyerang siapa saja dan dapat menyerang segala usia, hanya saja masyarakat kurang begitu peka dengan penyakit ini, banyak dari mereka yang mengabaikan karena dianggap hal biasa namun ada juga yang kurang faham dia harus berobat kemana, namun tahukah anda bahwa insomnia dapat menyebabkan masalah kesehatn yang serius?

dr. Kartijo, Sp.KJ yang saat ini bekerja di RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya mau angkat bicara dan berkomentar menganai Insomnia, ditemui seusai memeriksa pasien-pasiennya beliau dengan senang hati mau berbagi informasi seputar insomnia.

Dr. Kartijo, Sp. KJ mengatakan bahwa Insomnia sebenarnya bukanlah penyakit, namun merupakan gejala yang didasari oleh beberapa kemungkinan penyebab, seperti gangguan emosional, gangguan fisik atau efek dari penggunaan obat-obatan seperti narkoba, namun sekitar 80% – 90% insomnia merupakan ciri khas dari orang yang mengalami gangguan psikis atau kejiwaan, terjadinya seringkali bersamaan dengan gangguan emosional, seperti kecemasan, kegelisahan, depresi atau ketakutan. Kadang-kadang seseorang juga bisa mengalami kesulitan tidur walaupun tubuh dan otak tidak lelah.

“Insomnia harus ditangani dengan benar karena dapat menyebbakan masalah kesehatan yang serius, seseorang dengan insomnia akan menjadi labil, sensitif dan mudah marah, sulit konsentrasi selain itu insomnia dapat menjadi faktor resiko penyakit cardiovaskuler seperti hipertensi, penyakit jantung, denyut jantung tidak teratur,  bahkan dapat menyebabkan stroke, diabetes hingga kematian” tandasnya.

Jika insomnia terjadi pada seseorang maka keluhan fisikpun akan dirasakan dan akhirnya harus dilakukan pemeriksaan fisik lainnya, orang-orang dengan gangguan psikis umumnya jarang mengeluhkan gangguan jiwanya, sebgaian besar dari mereka lebih mengeluhkan kondisi fisiknya atau dalam ilmu kesehatn dinamakan psikosomatis.

”Seseorang dengan insomnia bisa dipengaruhi oleh faktor dari dirinya sendiri dan juga lingkungan tempat tinggalnya, sejatinya manusia itu adalah mahluk sosial namun ada faktor-faktor yang tidak bisa dikontrol oleh situasi seseorang, dari sisi medis dokter hanya bisa menata pasien seputar disiplin minum obat insomnia yang diresepkan kepada pasien tersebut, namun disamping itu pasien sendiri harus memiliki keinginanbesar untuk sembuh sehingga dia berusaha menata diri dan lingkunagn tempat dia tinggal” tambahnya.

Menurutnya Insomnia itu dibagi atas tiga jenis, Pertama Early Insomnia atau sulit tidur diwaktu masuk waktu tidur, kedua Middle Insomnia atau terbangun ditengah malkam kemudia sulit untuk tidur lagi dan yang ketiga Late Insomnia atau terbangun terlalu dini sebelum pagi menjelang misal terbangun pukul tiga dini hari kemudian tidak bisa tidur kembali hingga pagi.

“Insomnia biasanya tidak langsung di therapy, namun biasanya diklasifikasikan terlebih dahulu, setelah diklasifikasikan nanti bisa dilihat therapy mana yang cocok diberikan untuk orang tersebut, pemberrian obat pada mereka tidak sembarangan karena obat yang merek konsumsi adalah obat golongan psikotropika yang memerlukan dosis yang benar dengan pemantauan yang benar pula” ujar dr. Kartijo.

Proses pengobatan pada pasien dengan gangguan psikis adalah dengan metode “Start Low Goes Low” yaitu dengan pemberian dosis obat yang kecil, kemudian dengan dosis sedang kemudian selanjutnya dengan dosis yang optimal, begitupun dengan pengentiannya harus di “Tapering Off” artinya dosis diturunkan perlahan sesuai dengan toleransi.

Selain itu dr.Kartijo, Sp. KJ juga berpesan kepada seluruh masyarakat agar selalu jaga kesehatan, tidak hanya kesehatan fisik namun jiga psikis, luangkanlah waktu untuk hal-hal yang positif dan bermanfaat, istirahat dan tidur dengan cukup, makan makanan yang bergizi dan rajin olah raga dan juga bentengi diri dengan iman yaitu dengan mendekatkan diri dengan Tuhan sang pencipta. (Kosdinar/PKRS/Adv)***

Related Post