Selamat datang di website resmi Rumah Sakit dr. Soekardjo

dr. Manda Satria Chesario, Sp, JP, FIHA

Dewasa ini, Indonesia sedang menghadapi transisi dari penyakit menular yang mengalami pergeseran ke penyakit tidak menular sebagai penyakit terbanyak yang dialami oleh masyarakat, para era tahun 90-an penyakit menulat seperti TBC, ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Atas), diaremenjadi penyakit terbanyak di pelayanan kesehatan. Menurut data yang diperoleh dari Rekam Medik RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti Diabetes Melitus (DM), Penyakit jantung Koroner (PJK), Stroke, Gagal Ginjal dan lain-lain mayoritas menduduki peringkat 10 besar penyakit, fakta tersebut diperkuat dari hasil rekap data rekam medik sepanjang semester pertama tahun 2017 yang menunjukan bahwa penyakit anemia menduduki peringkat pertama sebanyak 848 kasus dan peringkat kedua diduduki oleh Penyakit Jantung Koroner (PJK) sebanyak 753 kasus untuk pasien-pasien yang menjalani rawat inap dan rawat jalan di RSUD dr. Soekardjo Tasikamlaya.
dr.Manda Satria Chesatio, Sp. JP selaku dokter spesialis jantung di RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikamlaya mengatakan bahwa data ini cukup memprihatinkan mengingat saat ini banyak usia produktif di Tasikmalaya yang sudah menderita PTM akibat buruknya gaya hidup mereka, begitupun begitu banyaknya pasien yang berobat ke RSUD karena penyakit jantung.
“Untuk menghindari PTM, kita bisa membudayakan GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat), yang mana GERMAS mengajak masyarakat untuk hidup sehat , GERMAS meliputi: Aktifitas fisik / olah raga secara rutin alangkah baiknya dilakuakn setiap hari minimal 30 menit sehari, tidak merokok, memeriksa kesehtan secara rutin, mengkonsumsi buah dan sayur setiap hari, membersihakn lingkungan dan menggunakan jamban yang sehat” ujar dr. Manda.
Selain itu dr.Manda juga mengatakan bahwa setiap orang tidak mau sakit namun sayangnya mereka kurang sadar bahwa pola hidup mereka kurang sehat, dan juga sebagian mereka enggan untuk memriksakan diri atau berobat, contohnya tahu menderita penyakit hipertensi namun tidak mau berobat dan mengontrol tensi darahnya secara rutin karena mereka memiliki budaya kalau ada gejala yang serius baru mereka berobat , atau satu atau dua klai minum obat kemudian pusingnya hilang maka mereka berhenti minum obat sehingga akhirnya mereka terserang penyakit jantung.
“Faktor resiko dari penyakit itu memang ada sebagian yang tidak bisa kita hindari, contohnya seperti penuaan (degeneratif) dan keturunan (herediter), namun semua itu dapat kita siasati yaitu dengan GERMAS, karena GERMAS mampu menurunkan faktor resiko dari PTM tersebut” tambahnya.
dr.Manda menambahkan bahwa lebih baik mencegah dari pada mengobati dan peran dari Instalasi Promosi Kesehatn Rumah Sakit (PKRS) di RSUD dr. Soekardjo memang sangat penting sebagai upaya promotif dan preventif untuk pasien, keluarga dan masyarakat untuk mencegah PTM tersebut.
“Ayo masarakat indonesia, khususnya daerah Tasikamlaya, kita semua dukung GERMAS, karena dengan GERMAS dapat meningkatkan partisipasi masyarakat untuk hidup sehat, meningkatkan produktifitas masyarakat dan tentu saja mengurangi beban biaya kesehatan” tandasnya. (Kosdinar/PKRS/Adv)

Related Post