Selamat datang di website resmi Rumah Sakit dr. Soekardjo

Kamis, 15 Februari 2018 RSUD dr. Soekardjo kembali mengadakan penyuluhan rutin untuk Komunitas Yayasan Thalassemia Indonesia cabang Tasikmalaya, kegiatan penyuluhan untuk Komunitas Yayasan Thalassemia Indonesia ini terlaksana setiap satu semester satu kali, penyuluhan kali ini mengambil judul ‘Kenal Lebih Dekat Dengan Thalassemia’, tema kali ini dimaksudkan agar anggota komunitas yang baru bisa faham dan anggota komunitas yang lama bisa lebih faham seputar penyakit thalassemia.

dr. Dewi Patriani, Sp.A selaku narasumber memberikan banyak pemahaman kepada para audiens seputar thalassemia, seklaigus dukungan psikologis baik untuk pasien maupun keluarga agar mereka tetap semangat menjalani berbagai perawatan dan pengobatan yang harus mereka jalani, para peserta penyuluhan ini adalah mereka mayoritas para pasein rawat jalan yang selama ini berobat ke klinik thalassemia RSUD dr. Soekardjo.

“Selain pengetahuan seputar thalassemia mereka juga butuh dukungan psikologis, seperti kita tahu penyakit ini merupakan penyakit yang berat, yang mana para penderita harus menjalai therapy dan tranfusi secara rutin seumur hidupnya untuk tetap bertahan hidup” ujar dr. Dewi saat kami wawancarai sebelum kegiatan dimulai.

Thalasemia adalah penyakit kelainan darah yang diakibatkan oleh faktor genetika dan menyebabkan protein yang ada di dalam sel darah merah (hemoglobin) tidak berfungsi secara normal, sehingga para penderita harus mendapat therapy dan tranfusi sekitar 2-5 minggu setiap rutin seumur hidupnya untuk kelangsungan hidup mereka.

Ada ± 250 juta orang didunia menjadi pembawa sifat thalasemia dan akan siap melahirkan ± 300 ribu anak thalasemia per tahun, sementara itu berdasarkan data dari klinik thalassemia RSUD dr. Soekardjo tahun 2005 terdapat 40-50 kasus, tahun 2012 sekitar 137 kasus dan tahun 2017  lebih dari 200 kasus, rata-rata per tahun ± 15-20 kasus baru.

Risiko terkena komplikasi thalasemia dapat dikurangi dengan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Beberapa kemungkinan komplikasi thalasemia yang dapat terjadi adalah hepatitis, osteoporosis, pubertas terlambat, dan gangguan ritme jantung.

Thalassemia menjadi sebuah penyakit yang tidak dapat disembuhkan, mereka harus ditherapy dan ditransfusi darah seumur hidup. Namun, bertambahnya jumlah penderita thalassemia dapat dicegah, pencegahan dapat dilakukan dengan menghindari pernikahan antar pembawa sifat thalassemia, yaitu dengan melakukan pemeriksaan laboratorium skrining thalassemia sebelum melangsungkan pernikahan. Hal lain yang dapat dilakukan adalah dengan memeriksa janin yang dikandung dari pasangan pembawa sifat thalassemia, serta melakukan konsultasi genetik bila janin dinyatakan sebagai penderita thalassemia mayor. Pemeriksaan laboratorium penting dilakukan karena penampilan sebagian besar individu pembawa sifat thalassemia tidak dapat dibedakan dengan individu normal, maka pembawa sifat thalassemia hanya dapat ditentukan dengan pemeriksaan laboratorium skrining thalassemia.

Kegiatan Penyuluhan untuk komunitas thalassemia ini berjalan lancar, mereka cukup antusias dan sebagian dari mereka mengajukan banyak pertanyaan kepada narasumber seputar thalassemia, salah satu audien kami wawancarai di akhir kegiatan mengatakan bahwa kegiatan ini sangat bagus, selain mendapat ilmu juga mendapat dukungan secara moril. “saya berharap semoga kegiatan ini terus terlaksana secara rutin dan kontinyu” ungkapnya.

(IPKRS/Adv)***

 

Attachments
  • 2018-02-15-11-41-17
  • 2018-02-15-11-42-10

Related Post