Selamat datang di website resmi Rumah Sakit dr. Soekardjo

Selasa, 20 Maret 2018 RSUD dr. Soekardjo kembali melakukan penyuluhan rutin dengan salah satu komunitas binaanya, yaitu Kelompok dukungan Sebaya (KDS) atau lebih dikenal dengan OHDA (Orang Dengan HIV/AIDS).

Ditemui disela-sela kesibukannya dr. Hj. Sri Dewi Widyanti selaku narasumber untuk edukasi kesehatan ini mengatakan bahwa penyuluhan kali ini mengmabil judul ‘Kepatuhan Minum obat ARV’, penyuluhan ini ditujukan untuk membantu pasien terutama pasien baru penderita HIV dalam menggunakan therapy atau obat yang harus mereka konsumsi secara rutin dan juga bagaimana mereka menghadapi stigmatisasi dari luar dalam hal ini masyarakat luar disaat mereka menjalani hidup sebagai status baru yaitu ODHA.

“Melalui kegiatan penyuluhan komunitas ini, diharapkan mereka saling dukung antara sesama anggota komunitas, terkait bagaimana mereka menjalani kehidupan mereka kedepnnaya dengan memberikan pengetahuan lebih tentang HIV, cara penggunaan obat dari dokter termasuk efek samping yang ditimbulkan dari obat tersebut, sehingga mampu mengurangi beban mental atau stress yang harus mereka hadapi” ujar dr. Sri.

Menurutnya KDS merupakan suatu wadah yang baik, karena dengan berkomunitas mereka akan lebih tegar menatap masa depannya. “Alhamdulillah mereka saling membantu diantara sesama anggotanya, disamping itu KDS juga memiliki kegiatan berupa home visit misalnya ada salah satu pasien drop out dalam penggunaan therapy, hebatnya lagi mereka berusaha mencari problem solving di komunitas atas permasalahan yang anggota hadapi misalnya ODHA baru yang cendering introvert, atau ketika salah satu pasien drop out disebabkan masalah finansial atau karena mereka gak tahan dengan efek samping obat yang menyebabkan mereka stop sendiri minum obat ataupun terkait masalah privacy karena di tempat mengambil obat banyak yang mereka kenal dan masalah-masalah lainnya” tandas dr. Sri.

Dalam penyuluhannya dr. Sri mengatakan bahwa tujuan pengobatan HIV adalah mengontrol replikasi virus, mencegah atau memperlambat penurunan daya tahan tubuh, memperlambat progresifitas penyakit menjadi AIDS, memperpanjang harapan hidup dan menurunkan resistensi virus terhadap ARV.

“Saya berharap mereka mengutamakan kedisipilinan minum obat, untuk informasi bahwa obat jenis ARV yang harus mereka konsumsi tersdia di rumah sakit sejak tahun 2008, semua itu gratis asalkan mereka rutin kontrol dan konsultasi” kata dr. Sri.

Menurut dr. Sri ada beberapa hal yang harus mereka ingat dan mereka tanamkan dalam hati bahwa HIV bukan penyakit yang mematikan meski belum bisa diobati, semua ini masih bisa diatasi dan mereka masih bisa mempertahan kualitas hidupnya dengan minum obat secara teratur, rajin konsultasi, saling mengingatkan dan idealnya harus ada orang yang mengawasi dan mengingatkan mereka minum obat dirumah, hal terpenting adalah motivasi kuat yang harus datang dari diri mereka sendiri dalam mempertahankan kualitas hidupnya.

“Dalam hal ini PKRS RSUD dr. Soekardjo sebagai pengelola dan penggagas kegiatan rutin edukasi buat KDS ini, harapan saya semoga kegiatan ini terlaksana secara kontinyu dan terjadwal, karena kian waktu OHDA terus bertambah, terutama OHDA baru mereka perlu banyak informasi yang harus mereka peroleh dan lewat kegiatan ini salah satunya bisa memenuhi kebutuhan informasi yang mereka perlukan” tandas dr. Sri. (Kosdinar/PKRS/Adv)***

 

Attachments
  • img_6406-kecil

Related Post