Selamat datang di website resmi Rumah Sakit dr. Soekardjo

Seiring kemajuan teknologi, kita seolah dimanjakan dengan berbagai fasilitas yang ada, itulah sebabnya gaya hidup sedentari saat ini telah menjadi isu kesehatan di Indonesia. Menurut Direktur RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya yaitu dr. H. Wasisto Hidayat, M. Kes Kegiatan Sedentari (Sedentary Life Style) adalah kegiatan yang mengacu pada segala jenis aktivitas yang dilakukan di luar waktu tidur, dengan karakteristik keluaran kalori sangat sedikit yakni <1.5 METs. “Jadi kegiatan atau gaya hidup sedentari boleh dibilang merupakan kebiasaan-kebiasaan dalam kehidupan seseorang yang tidak banyak melakukan aktifitas fisik atau tidak banyak melakukan gerakan” ungkapnya.

Selanjutnya Wasisto mengatakan bahwa tubuh manusia itu diciptakan untuk kita digunakan, seperti otot-otot kita akan terbentuk jika dilatih begitu juga kekuatan kaki, tangan, anggota tubuh lain serta daya tahan tubuh perlu dilatih, menurutnya masyarakat akhir-akhir ini lebih menyukai gaya hidup sedentari, contoh simplenya seperti jika ingin makan, mereka lebih senang berdiam diri dengan memesan makanan lewat delivery order sembari ngemil dan leyeh-leyeh santai, begitu juga dengan perilaku anak-anak sekarang, jarang yang kita temui bermain di lapangan atau dihalaman rumah, karena mereka lebih asik berkutat dengan PSP atau online game di internet.

“Sekilas gaya hidup ini emang nyaman dan enak, namun tahukah gaya hidup sedentari bisa memicu berbagai penyakit yang dapat mengganggu kesehatan kita bahkan mungkin bisa menyebabkan kematian” tandas Wasisto. Perilaku Sedentari perlu dibatasi karena berbagai penelitian memperlihatkan bahwa perilaku ini menjadi risiko munculnya Obesitas. Istilah pola hidup sedentari semakin populer ketika dikaitkan dengan masalah kesehatan, hal ini disebabkan karena pola hidup sedentari dianggap sebagai faktor resiko terhadap berbagai masalah kesehatan populer seperti penyakit jantung dan stroke. “Faktor resiko adalah hal-hal yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang menderita suatu penyakit, pola hidup sedentari juga merupakan faktor resiko terhadap berbagai masalah kelainan metabolisme, seperti kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, diabetes, resistensi insulin, obesitas, dan sebagainya” ungkap Wasisto.

Menurut Wasisto sebagian orang mengkaitkan pola hidup sedentari dengan status berat badan, misalnya jika orang kelebihan berat badan pasti menganut pola hidup sedentary, ada pula pula orang yang berpendapat jika berat badannya normal maka tidak mengapa menganut pola hidup sedentari. Menganut pola hidup aktif dapat mengurangi resiko terkena berbagai jenis penyakit terutama yang berkaitan dengan metabolisma. Ini juga berlaku bagi orang yang berat badannya normal sekalipun. Apalagi terhadap orang yang memiliki kelebihan berat badan atau orang yang obesitas. “Jadi apapun status berat badan anda cobalah meninggalkan pola hidup sedentari menuju pola hidup yang lebih sehat dengan lebih aktif bergerak” tambah Wasisto.

Adapun beberapa contoh kegiatan sedentari, seperti:

  1. berbaring atau duduk dalam waktu yang lama seperti menonton tv, bermain video game atau duduk lama didepan computer;
  2. anak-anak pergi ke sekolah dengan diantar menggunakan kendaraan meskipun jaraknya dekat;
  3. perubahan kebiasaan misalnya orang pergi ke took, warung atau mimi market hanya berjarak beberapa rumah dari tempat tinggalnya menggunakan mobil atau motor;
  4. Pekerjaan rumah secara total diserahkan kepada pembantu;
  5. Menggunakan lift meskipun akses tangga tersedia;
  6. Selalu menggunakan kendaraan bermotor untuk mencapai tempat yang jaraknya dekat;
  7. Kurang berolahraga.

Wasisto menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk membatasi kegiatan sedentari, menurutnya satu-satunya cara untuk meninggalkan gaya hidup sedentari adalah dengan aktif bergerak, berolahraga adalah salah satu cara terbaik untuk mendapatkan manfaat kesehatan dari aktifitas fisik, lakukanlah bentuk olahraga yang kita sukai dan sesuaikan dengan waktu yang kita miliki, menemukan hal-hal yang positif dan menyenangkan dari aktivitas fisik seperti berjalan kaki, main bola ,senam pagi, mengerjakan pekerjaan rumah tangga, berkebun dan sebagainya mungkin dapat meringankan langkah kita untuk memulai melakukan aktivitas fisik. “Aktivitas fisik sangat penting karena memiliki banyak manfaat baik bagi tubuh dan memengaruhi kualitas hidup seseorang, itulah sebabnya pemerintah Indonesia telah mengeluarkan Instruksi Presiden No.1 Tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) yang salah satu fokusnya adalah aktivitas fisik.” kata Waisito.

Attachments
  • sedentari

Related Post