Selamat datang di website resmi Rumah Sakit dr. Soekardjo

PHBS atau Prilaku Hidup Bersih dan Sehat merupakan salah satu upaya pelayanan kesehatan sebagai bentuk preventif atau pencegahan terhadap penyakit, PHBS mudah untuk dilakukan tapi kadang diremehkan oleh banyak orang sehingga mudah terserang penyakit, PHBS yaitu semua bentuk perilaku kesehatan yang dilakukan berdasarkan kesadaran sendiri sehingga individu, anggota keluarga atau keluarga dapat menolong dirinya sendiri untuk sehat dan berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan kesehatan di masyarakat.

PHBS menjadi sebuah rekayasa sosial yang bertujuan menjadikan sebanyak mungkin anggota masyarakat sebagai agen perubahan agar mampu meningkatkan kualitas perilaku sehari – hari dengan tujuan hidup bersih dan sehat, Tujuan utama dari gerakan PHBS adalah meningkatkan kualitas kesehatan melalui proses penyadartahuan yang menjadi awal dari kontribusi individu-individu dalam menjalani perilaku kehidupan sehari-hari yang bersih dan sehat. Manfaat PHBS yang paling utama adalah terciptanya masyarakat yang sadar kesehatan dan memiliki bekal pengetahuan dan kesadaran untuk menjalani perilaku hidup yang menjaga kebersihan dan memenuhi standar kesehatan.

Pada dasarnya PHBS merupakan perilaku yang diterapkan oleh setiap individu dengan kemauan dan kesadaran yang tinggi dalam upayan meningkatkan kesehatannya, serta ikut berperan aktif dalam mewujudkan lingkungan yang sehat.Untuk itu, sudah seharusnya PHBS ini bisa diterapkan dalam setiap sisi kehidupan masyarakat, baik itu di rumah tangga atau keluarga, institusi kesehatan, tempat ­tempat umum, sekolah maupun di tempat kerja karena konsep ini merupakan sikap dan tindakan yang bisa membentuk kebiasaanyang pada akhirnya akan mengakar dan membudaya.

Tatanan PHBS melibatkan beberapa elemen yang merupakan bagian dari tempat beraktivitas dalam kehidupan sehari – hari. Berikut ini 5 tatanan PBHS yang dapat menjadi simpul-simpul untuk memulai proses penyadartahuan tentang perilaku hidup bersih sehat : PHBS di Rumah tangga, PHBS di Sekolah, PHBS di Tempat kerja, PHBS di Sarana kesehatan dan PHBS di Tempat umum. Untuk mewujudkan masyarakat yang sehat dan jauh dari berbagai penyakit yang membahayakan kesehatan, maka penerapan PHBS di lingkungan masyarakat sangatlah penting, yang tentunya diawali dari kesadaran yang tinggi dari individu dan keluarga. Adapun yang dimaksud keluarga sehat disini yaitu keluarga yang memiliki keadaan sejahtera badan, jiwa, dan sosial yang dimungkinkan dalam setiap anggota keluarga hidup produktif secara aktif dan ekonomis serta mampu menjaga kesehatan pribadi dan anggota keluarganya. Dengan penerapan PHBS disemua tatatanan diharapkan angka kesakitan dan beragam kasus penyakit yang membahayakan akan habis.

PHBS itu jumlahnya banyak sekali, bisa ratusan, contohnya tentang gizi seperti makan beraneka ragam makanan, minum Tablet Tambah Darah, mengkonsumsi garam beryodium, memberi bayi dan balita Kapsul Vitamin A, sementara itu tentang kesehatan lingkungan seperti membuang sampah pada tempatnya, membersihkan lingkungan dan lain-lain. Mengingat banyaknya jumlah PHBS, maka saat ini akan lebih menyoroti tatanan dan beberapa indicator PHBS di rumah tangga, overall materi PHBS bertujuan untuk meningkatkan kualitas kesehatan individu dan masyarakat yang terlibat pada setiap tatanan. Terdapat beberapa indikator PHBS pada tingkatan rumah tangga yang dapat dijadikan acuan untuk mengenali keberhasilan dari praktek perilaku hidup bersih dan sehat pada tingkatan rumah tangga. Berikut ini 10 indikator PHBS pada tingkatan rumah tangga:

  1. Persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan.
    Persalinan yang mendapat pertolongan dari pihak tenaga kesehatan baik itu dokter, bidan ataupun paramedis memiliki standar dalam penggunaan peralatan yang bersih, steril dan juga aman. Langkah tersebut dapat mencegah infeksi dan bahaya lain yang beresiko bagi keselamatan ibu dan bayi yang dilahirkan.
  2. Pemberian ASI eksklusif
    Kesadaran mengenai pentingnya ASI bagi anak di usia 0 hingga 6 bulan menjadi bagian penting dari indikator keberhasilan praktek perilaku hidup bersih dan sehat pada tingkat rumah tangga.
  3. Menimbang bayi dan balita secara berkala
    Praktek tersebut dapat memudahkan pemantauan pertumbuhan bayi. Penimbangan dapat dilakukan di Posyandu sejak bayi berusia 1 bulan hingga 5 tahun. Posyandu dapat menjadi tempat memantau pertumbuhan anak dan menyediakan kelengkapan imunisasi. Penimbangan secara teratur juga dapat memudahkan deteksi dini kasus gizi buruk.
  4. Cuci tangan dengan sabun dan air bersih
    Praktek ini merupakan langkah yang berkaitan dengan kebersihan diri sekaligus langkah pencegahan penularan berbagai jenis penyakit berkat tangan yang bersih dan bebas dari kuman.
  5. Menggunakan air bersih
    Air bersih merupakan kebutuhan dasar untuk menjalani hidup sehat.
  6. Menggunakan jamban sehat
    Jamban merupakan infrastruktur sanitasi penting yang berkaitan dengan unit pembuangan kotoran dan air untuk keperluan pembersihan.
  7. Memberantas jentik nyamuk
    Nyamuk merupakan vektor berbagai jenis penyakit dan memutus siklus hidup makhluk tersebut menjadi bagian penting dalam pencegahan berbagai penyakit.
  8. Konsumsi buah dan sayur
    Buah dan sayur dapat memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral serta serat yang dibutuhkan tubuh untuk tumbuh optimal dan sehat.
  9. Melakukan aktivitas fisik setiap hari
    Aktivitas fisik dapat berupa kegiatan olahraga ataupun aktivitas bekerja yang melibatkan gerakan dan keluarnya tenaga.
  10. Tidak merokok di dalam rumah
    Perokok aktif dapat menjadi sumber berbagai penyakit dan masalah kesehatan bagi perokok pasif. Berhenti merokok atau setidaknya tidak merokok di dalam rumah dapat menghindarkan keluarga dari berbagai masalah kesehatan.

Dengan menerapkan setiap indicator di rumah tabngga diharapkan masyarakat dapat mengenali dan mengatasi masalahnya sendiri dan dapat menerapkan cara-cara hidup sehat dengan menjaga, memelihara dan meningkatkan kesehatannya. Dengan PHBS maka setiap anggota keluarga menjadi sehat dan tidak mudah sakit, anak tumbuh sehat dan cerdas, anggota keluarga giat bekerja dan pengeluaran biaya rumah tangga dapat ditujukan untuk memenuhi gizi keluarga, pendidikan dan modal usaha untuk menambah pendapatan keluarga.

Attachments
  • phbsanimated-ketjpeg

Related Post