Selamat datang di website resmi Rumah Sakit dr. Soekardjo

Musim penghujan telah tiba, setelah dilanda kemarau yang lumayan panjang beberapa waktu lalu tentu saja ini merupakan salah satu anugrah untuk masyarakat apalagi untuk mereka yang selama musim kemarau mengalami kekurangan air. Namun dibalik semua itu tentu saja kita tetap harus wasapada dengan musim hujan yang bisa dibilang musim dengan rawan penyakit, karena berbagai jenis mikroba serta virus lebih mudah berkembang biak dimusim ini, apalagi kalau daya tahan tubuh kita sedang menurun yang kan lebih membuat kita terserang penyakit, seperti influenza, diare, penyakit kulit, Demam Berdarah Dengue (DBD) dan berbagai penyakit lainnya.

DBD merupakan satu penyakit yang harus diwasapadai dimusim penghujan ini, dengan banyaknya genangan air yang tertampung tentu saja ini akan menjadi salah satu faktor resiko penyebab demam berdarah, karena dengan banyaknya genangan air akan menjadi tempat yang menyenangkan untuk nyamuk bertelur dan berkembang biak terutama nyamuk Aedes Aegypti yang menjadi vektor atau serangga penular DBD, apalagi ditambah dengan gaya hidup kita yang kurang sehat seperti banyak pakaian yang bergantung atau sampah seperti botol atau kaleng yang berserakan.

Demam berdarah dapat dicegah dengan melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), dengan cara ‘KUTUKUTAU PLUS’ yaitu Kuras, Tutup, Kubur, Pantau dan Plus Hindari Gigitan Nyamuk. Selain itu kita juga harus mengenali ciri-ciri dari nyamuk Aedes Aegypty seperti warnanya yang belang hitam pitih, bertelur di air yang bersih, menghisap darah di pagi dna sore, senang hidup di tempat yang gelap dan tergantung selain itu nyamuk jenis ini juga bisa terbang dengan radius 100 meter dari tempat menetas. Beberapa tempat yang disennagi nyamuk anatara lain seperti tempat penampungan air, pot bunga dan talang air, aquarium, bawah dispenser, pakaian yang tergantung, air yang bergenang, barang bekas seperti kaleng, botol dan lain-lain.

Dengan kata lain, kesehatan kita sangat bergantung dengan gaya hidup kita, dengan gaya hidup bersih dan sehat dirumah salah satunya akan mencegah kita terserang penyakit DBD, untuk itu Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sangat dianjurkan untuk masyarakat.  Apabila anda atau keluarga mengalami demam secara tiba-tiba, sakit kepala berat, sakit pada sendi dan otot, bintik merah pada lengan dan kaki, apalagi disertai mimisan, mual dan muntah serta diare hingga kejang perlu diwasapadai BDB. Untuk pertolongan pertama dirumah yaitu mimimlah air putih yang banyak, minum obat penurun panas seperti Paracetamol selanjutnya bawa penderita ke tempat pelayanan kesehatan untuk penanganan dan pemeriksaan lanjutan.

Ada beberapa kriteria penderita DBD harus dirawat di tempat pelayanan kesehatan atau Rumah sakit yaitu ketika demam tidak turun selama 3 hari setelah diberi obat penurun panas, nilai trombosit kurang dari 100.000, apalagi telah ada kejang akibat demam, terjadi perdarahan hingga penurunan kesadaran itu sangat dianjurkan untuk menjalani perawatan dan pengobatan dirumah sakit.

Demam Berdarah Dengue(DBD) memang masih menjadi momok yang menakutkan bagi kita di indonesia karena merupakan salah satu penyakit yang mematikan terutama bagi anak-anak, di RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya sendiri angka kejadian DBD pada rentang bulan januari hingga juni 2018 menurut data yang ada rekam medik BDB masih menempati urutan 10 besar penyakit untuk pasien yang menjalani rawat inap yaitu diurutan ke 9 dengan jumlah 116 kasus. BDB tidak henti mengancam seluruh anggota keluarga baik bayi, balita, anak-anak ataupun dewasa terutama di musim penghujan dan pancaroba untuk itu marilah kita sama-sama cegah demam berdarah sebelum korban terus bertambah dengan melakukan ‘KUTUKUTAU PLUS’ seperti tersebut diatas.

Related Post