Selamat datang di website resmi Rumah Sakit dr. Soekardjo

Selasa, 26 Februari 2019 Kegiatan Penyuluhan rutin instalasi PKRS RSUD dr. Soekardjo untuk PROLANIS PKM Cipedes dengan topik Penatalaksanaan Diet DM.

Diabetes melitus (DM) masih menjadi persoalan kesehatan serius dunia, termasuk Indonesia. Indonesia merupakan negara yang berada di urutan ke-4 dengan prevalensi diabetes tertinggi di dunia setelah India, China, dan Amerika Serikat. Bahkan, jumlah pengidap diabetes terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, terutama untuk DM tipe 2. WHO memperkirakan jumlah penderita DM tipe 2 di Indonesia akan mengalami peningkatan secara signifikan hingga 21,3 juta jiwa pada 2030 mendatang.

Untuk itu RSUD dr. Soekardjo menyelanggarakan penyuluhan kesehatan rutin pada komunitas Prolanis yang dilaksanakan rutin oleh Instalasi PKRS setiap bulan Februari dan Agustus di setiap tahunnya. Penyuluhan kali ini bertemakan Diabetes mellitus yang menitikberatkan pada Penatalaksanaan Diet Untuk Penderita Diabetes Melitus. Kegiatan rutin ini bekerjasama dengan Puskesmas Cipedes dimana untuk kegiatan kali ini RSUD dr. Soekardjo melibatkan narasumber dari Instalasi Gizi RSUD dr. Soekardjo yaitu Lin Herlina, S.Gz.

Pada kesempatan tersebut, Lin memaparkan penjelasan mengenai tatalaksana pola makan dan nutrisi untuk Diabetes kepada komunitas Prolanis. Antusiasme peserta penyuluhan begitu besar terbukti dengan banyaknya ajuan pertanyaan dari peserta. Peserta penyuluhan yang merupakan Lansia ini begitu tertarik dengan pemaparan yang disampaikan.

Penyuluhan ini dilaksanakan dengan tujuan agar para lansia dapat menambah wawasan seputar penyakit-penyakit kronis khususnya untuk palaksanaan diet Diabetes Melitus. Dengan penyuluhan ini diharapkan para lansia dapat melaksanakan pola hidup sehat.

 

Menurut Lin, lansia berpotensi terkena Diabetes Melitus. Oleh karena itu pola makan dan pola hidup harus diperhatikan. Takaran gizi pun harus seimbang. Menurut Lin, Diabetes merupakan suatu penyakit yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah akibat gangguan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya. “Oleh sebab itu penderita Diabetes harus mengatur asupan kadar gula pada makanan yang dikonsumsi setiap harinya”, ujar Lin. Seseorang yang menderita diabetes jika tidak menjaga pola makan dan pola hidup maka dapat mengakibatkan timbulnya penyakit komplikasi.

Lin menambahkan, menurut Data Riskesdas tahun 2018 menunjukkan prevalensi penyakit Diabetes Melitus mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan Riskesdas tahun 2013. Sedangkan berdasarkan pemeriksaan gula darah menurut konsensus PERKENI tahun 2011 pada penduduk berumur ≥ 15 tahun prevalensi diabetes melitus naik dari 6,9 persen menjadi 8,5 persen.

Lebih lanjut Lin menjelaskan bahwa ada beberapa gejala Diabetes Melitus diantaranya yaitu badan terasa lesu / lemah, sering mengalami gatal-gatal, kesemutan, berat badan turun drastis, terjadi disfungsi ereksi dan penglihatan kabur. Selain itu Lin menambahkan ada tiga prinsip perencanaan makan bagi penderita diabetes yaitu 3 J (Jumlah, Jadwal, Jenis). “Jumlah kalori harus diperhatikan, makanlah makanan  sesuai dengan kebutuhan kalori tubuh, Jadwal makan harus dikuti sesuai dengan jam makan, dan Jenis makanan harus diperhatikan yaitu pantang gula dan makanan manis”, jelas Lin.

Selanjutnya Lin mengatakan bahwa dia merasa senang telah berbagi ilmunya kepada Prolanis Cipedes. Karena menurutnya diabetes itu tidak hanya dengan minum obat tetapi juga harus disertai disiplin dan diet makanan yang tepat.

Attachments
  • img_3808-kecil
  • img_3781-kecil

Related Post