Selamat datang di website resmi Rumah Sakit dr. Soekardjo

Rabu, 13 Februari 2019, Kunjungan OMBUDSMAN ke RSUD dr. Soekardjo dalam Rangka Peningkatan Kualitas Layanan Kesehatan di Rumah Sakit.

Dalam rangka peningkatan kualitas layanan kesehatan, RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya menerima kunjungan kerja dari tim Ombudsman Jawa Barat. Kunjungan dari tim Ombudsman tersebut merupakan kunjungan pertama kali yang diterima oleh pihak RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya.

Dalam pertemuan tersebut hadir dari pihak Ombudsman Jawa Barat yaitu Haneda Srilastoto (Ketua Ombudsman Jawa Barat) beserta staff, dan dari pihak RSUD dr. Soekardjo yang menghadiri pertemuan tersebut yaitu Wakil Direktur Keuangan Drs. Apep Yosa Firmansyah, M.Si, Wakil Direktur Umum Yuda Permana, SSTP, M.Si, Wakil Direktur Palayanan dr. Hj. Rini Dwidarini, MM, MMRS serta Kepala Bagian, Kepala Sub Bagian dan Kepala Bidang.

Pada kesempatan tersebut Haneda Srilastoto memaparkan beberapa materi sebagai bahan perkenalan dengan pihak RSUD dr. Soekardjo. Haneda menjelaskan bahwa selama ini Ombudsman Jawa Barat belum pernah menerima pengaduan dari masyarakat seputar pelayanan kesehatan di RSUD dr. Soekardjo.

Ombudsman melaksanakan pengawasan penyelanggaraan pelayanan publik yang diselenggarakan oleh penyelenggara negara dan pemerintahan baik di pusat maupun di daerah termasuk yang diselenggarakan oleh BUMN, BUMD, serta Badan Hukum dan sebagainya yang bertujuan untuk perbaikan pelayanan publik. “Selama ini secara nasional pengaduan penyimpangan prosedur layanan publik yang diterima oleh Ombudsman diantaranya pengaduan seputar tidak kompeten, tidak patut, permintaan imbalan, diskriminasi, dan masih banyak lagi”, ujar Haneda.

Haneda juga menjelaskan bahwa ada sekitar 200 lebih laporan pengaduan yang sudah diterima oleh Ombudsman. Laporan yang berupa saran dan korektif yang sudah diterima oleh pihak Ombudsman harus dapat diselesaikan selama kurang lebih 30 hari.

Selain hal tersebut, Haneda pun memaparkan prosentase substansi laporan yang diterima selama 3 tahun terakhir diantaranya :

  1. Kepolisian
  2. Pertanahan
  3. Pendidikan
  4. Kepegawaian
  5. Perhubungan
  6. Kesehatan

 

Laporan masyarakat ke Ombudsman Republik Indonesia terkait Rumah Sakit tahun 2015 dan 2016 untuk Jawa Barat nyaris tidak ada.

Wakil direktur Keuangan RSUD dr. Soekardjo Drs. Apep Yosa Firmansyah, M.Si mengungkapkan bahwa pemaparan dan pertimbangan dari Ombudsman akan sangat berharga bagi kemajuan RSUD dr. Soekardjo. “Ombudsman tentunya dapat membantu kinerja RSUD dr. Soekardjo agar kualitas pelayanan publik di RSUD dr. Soekardjo dapat ditingkatkan”, tandas Apep.

Lebih lanjut Wakil Direktur Pelayanan RSUD dr. Soekardjo dr. Hj. Rini Dwidarini, MM, MMRS memaparkan seputar penanganan bencana yang ada di RSUD dr. Soekardjo yaitu berupa pedoman, mekanisme, standar dan prosedur terkait persiapan dan penanganan bencana. Hal tersebut tentunya berkaitan erat dengan pengawasanyang dilaksanakan oleh Ombudsman.

Rini juga memaparkan beberapa kekurangan yang masih ada dalam proses penanganan bencana di RSUD dr. Soekardjo yang disampaikan kepada pihak Ombudsman, diantaranya yaitu masih kurangnya sarana dan prasarana untuk menunjang kelancaran penanganan bencana. “Kami diantaranya belum mempunyai Handy Talky dan Sirine serta belum tersedianya Trauma Healing karena RSUD dr. Soekardjo belum mempunyai Psikolog”, ujar Rini.

Terakhir Drs. Apep Yosa Firmansyah, M.Si mengungkapkan salah satu kepuasan Masyarakat dengan  pelayanan publik adalah dekatnya jarak dengan tempat pelayanan publik tersebut. RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmlaya merupakan Rumah Sakit rujukan regional, dengan hal tersebut diharapkan masyarakat yang terkena bencana tidak sulit dalam mendapatkan atau mengakses pelayanan kesehatan. Apep berharap silaturahmi dan komunikasi dengan pihak Ombudsman bisa terus berjalan dan tidak terputus.

 

 

Attachments
  • img_3253-kecil

Related Post