Selamat datang di website resmi Rumah Sakit dr. Soekardjo

Indonesia menyadari bahwa Penyakit Tidak Menular (PTM) menjadi salah satu masalah kesehatan dan penyebab kematian yang  merupakan ancaman global bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia, salah satunya adalah penyakit jantung, menurut data rekam medis RSUD dr. Soekardjo kota Tasikmalaya tahun 2018 Penyakit jantung masih menempati 10 urutan terbesar. Penyakit jantung menempati urutan pertama untuk pasien yang menjalani rawat inap yaitu sebanyak 694 kasus dan urutan ke empat untuk pasien yang menjalani rawat jalan sebanyak 836 kasus.

Dewasa ini masih sedikit orang yang mengetahui gejala penyakit jantung Koroner. Padahal penyakit jantung coroner ini adalah jenis penyakit jantung yang paling sering terjadi. dr. Manda Satria Caesario, Sp. JP, FIHA yang merupakan dokter spesialis jantung yang bertugas di RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya menjelaskan bahwa penyakit jantung koroner secara garis besar dapat disebabkan oleh dua faktor resiko yaitu faktor resiko yang dapat dimodifikasi dan faktor resiko yang yang tidak dapat dimodifikasi. Faktor resiko yang tidak dapat dimodifikasi diantaranya adalah faktor usia dan faktor keturunan. “Dengan bertambahnya usia tentunya dapat terjadi banyak perubahan pada tubuh sendiri, maupun pada pembuluh darah di jantung”, ujar dr. Manda. Sedangkan dari faktor keturunan misalnya ada keluarga yang punya sakit jantung atau ada keluarga yang mempunyai riwayat meninggal mendadak, hal tersebut dapat menjadi salah satu faktor resiko penyakit jantung koroner.

Selanjutnya faktor resiko yang dapat dimodifikasi misalnya merokok, mempunyai penyakit diabetes, hipertensi, obesitas dan kolesterol tinggi. Namun menurut dr. Manda jika beberapa faktor resiko tersebut dapat dikendalikan dengan pola makan dan pola hidup yang sehat maka faktor resiko terkena penyakit jantung dapat ditekan.

Gejala-gejala yang biasa dirasakan jika seseorang terkena penyakit jantung tergantung pada faktor resikonya. Jika seseorang mempunyai penyakit jantung bawaan sejak lahir biasanya badannya kecil atau berat badannya susah naik, sehingga badannya akan lebih kecil dibandingkan dengan anak seusianya. Selain itu anak tersebut biasanya sering mengalami batuk pilek, atau pun adanya kebiruan terutama pada bibir atau pada ujung-ujung jari. Namun penyakit jantung bawaan bisa juga tanpa ada kebiruan dan baru diketahui ketika memeriksakan diri ke dokter.

Selain itu menurut dr. Manda, ada pula penyakit jantung dengan irama jantung yang tidak normal atau aritmia. Seseorang mengalami aritmia biasanya merasakan dada berdebar atau pingsan. Pingsan bisa terjadi pada waktu seseorang sedang duduk atau sedang melakukan aktifitas. Untuk aritmia akan lebih jelas dengan pemeriksaan elektrokardiogram (EKG)”, jelas dr. Manda.

Manda menambahkan gejala dari penyakit jantung koroner yang paling sering adalah adanya sakit dada disertai keluarnya keringat dingin, sesak nafas dan pingsan. Jika hal tersebut terjadi segeralah bawa pasien ke dokter terdekat atau ke IGD rumah sakit. Jika seseorang telah diperiksa dan hasilnya mengalami sakit jantung koroner, maka untuk tindakan selanjutnya akan dilakukan pemasangan ring jantung.

Untuk mencegah timbulnya penyakit jantung, salah satunya yaitu harus menjaga berat badan tetap ideal dengan pola hidup dan pola makan yang sehat, misalnya teratur berolahraga, mengurangi makanan yang tinggi kolesterol, mengurangi makanan berlemak dan melakukan aktifitas fisik lainnya. Jika seseorang sudah terkena penyakit jantung maka orang tersebut harus pintar-pintar dalam mengelola penyakitnya jangan sampai bertambah parah, misalnya teratur minum obat dan harus kontrol setiap bulan ke dokter spesialis jantung. Selain itu, harus rutin cek kolesterol setiap 6 bulan sekali. Menurut dr. Manda faktor emosi atau psikis juga berpengaruh pada penyakit jantung.

Manda menyarankan olahraga untuk penderita penyakit jantung adalah 3 kali dalam seminggu dengan durasi 30 menit setiap berolahraga. Olahraga yang dapat dilakukan bagi penderita penyakit jantung adalah berjalan santai, jika masih kuat bisa melakukan olahraga jalan cepat atau jogging, namun tetap harus konsultasi terlebih dahulu pada dokter karena dikhawatirkan jika keluhannya terjadi lagi maka bisa mengakibatkan seseorang tersebut harus menjalani rawat inap.

Seseorang yang mengalami penyakit jantung harus minum obat seumur hidupnya. Hal ini dikarenakan pasien gagal jantung atau jantung koroner harus rutin kontrol setiap bulan dan obat yang diberikan adalah sebagai prevensi sekunder untuk mencegah agar tidak terjadi serangan jantung susulan dan agar tidak terjadi sumbatan pada pembuluh darah di jantungnya. (PKRS/Adv)***

Related Post