Selamat datang di website resmi Rumah Sakit dr. Soekardjo

Indonesia menduduki urutan ke 2 dengan penyakit Tuberkulosis (TB) tertinggi di dunia, dan menjadi penyebab nomor 4 kematian setelah serangan jantung.

Tuberkulosis (TB) atau lebih dikenal dengan TBC adalah penyakit menular yang biasa menyerang paru-paru. Selain paru-paru bakteri TB juga bisa menyerang tulang, otak, sistem pencernaan, kelenjar getih bening dan sistem saraf.

Dalam rangka memperingati Hari Tuberkulosis Sedunia yang jatuh pada tanggal 24 Maret, Instalasi PKRS RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya melaksanakan penyuluhan kesehatan dan membagikan brosur tentang Tuberkulosis (TB) di area ruangan rawat inap khusus penyakit dalam infeksi, di area tunggu pasien rawat inap penyakit dalam dan di ruang tunggu pasien rawat jalan. Pelaksanaan penyuluhan ini berjalan dengan lancar.

Kepala Instalasi Promosi Kesehatan Rumah Sakit (IPKRS) Evi Tan Sun Lan, S.ST pada kesempatan tersebut menjelaskan garis besar seputar penyakit TB ini yang harus diketahui oleh pasien dan keluarga pasien. Menurut Evi pasien dan keluarga harus diberi pengetahuan seputar TB agar bisa mencegah atau mengobati penyakit TB tersebut dengan benar. “Selama ini masyarakat umumnya mengucilkan para penderita TB, padahal hal tersebut tidak boleh terjadi, justru kita harus bisa mencegah agar penularan penyakit TB ini bisa ditekan”, ujar Evi.

Evi juga menuturkan penularan TB dapat meningkat seiring dengan minimnya pengetahuan masyarakat dalam mencegah penularan penyakit TB tersebut. Oleh karena itu pengetahuan masyarakat dalam penanganan penyakit TB ini sangatlah penting. Penyakit TB ini beresiko menular pada penduduk di pemukiman padat dan kumuh, petugas medis yang berhubungan langsung dengan pengidap, manula dan anak-anak, orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah dan para pengguna obat-obatan. “Oleh karena itu sebisa mungkin kita harus bisa meminimalisir penularan penyakit TB ini salah satunya dengan memberikan pengetahuan kepada pasien dan keluarga tentang penanganan TB”, tambah Evi.

Gejala yang biasa timbul jika seseorang tertular TB yaitu batuk berdahak selama lebih dari 21 hari, selain itu, TB juga memiliki gejala lain seperti, batuk berdarah, demam dan menggigil, tidak nafsu makan, berkeringat berlebih pada malam hari, berat badan turun dan dada terasa sakit saat bernafas dan batuk. Namun menurut Evi, penyakit TB ini bisa disembuhkan asal penderita TB melakukan pengobatan teratur dan tidak terlewat.

Pasien dan keluarga pasien begitu antusias terhadap penyuluhan yang disampaikan oleh pihak IPKRS RSUD dr. Soekardjo. Mereka mengungkapkan bahwa dengan adanya pengetahuan yang disampaikan oleh pihak IPKRS mereka manjadi faham akan penanganan penyakit TB ini, dari yang semula tidak tahu menjadi tahu. Menurut mereka penyuluhan ini sangat bermanfaat. Antusiasme pasien dan keluarga pun begitu besar, mereka tidak sungkan untuk bertanya hal-hal yang berkaitan dengan penyakit TB yang sebelumnya tidak mereka ketahui.

Evi manambahkan ada beberapa cara untuk mencegah penularan penyakit TB, diantaranya yaitu selalu gunakan masker  saat berada di tempat umum apalagi bila hendak membesuk pasien ke rumah sakit, segera mencuci tangan setelah berinteraksi dengan pengidap TB, rumah harus memiliki sirkulasi udara yang baik agar bakteri TB tidak bersarang di rumah dan bagi penderita TB diharuskan tidak tidur dengan orang lain, selain itu jagalah selalu kebersihan lingkungan dan melaksanakan pola hidup sehat.

Attachments
  • img_4564-kecil
  • img_4562-kecil

Related Post