Selamat datang di website resmi Rumah Sakit dr. Soekardjo

Dalam rangka meningkatkan kompetensi perawat dan dokter umum, RSUD dr. Soekardjo menyelanggarakan In House Training (IHT) Resusitasi Cairan Pada Pasien Anak dan Dewasa. Dimana kegiatan ini dilaksanakan setiap 3 bualn sekali. Narasumber pada kegiatan In House Training ini merupakan dokter-dokter spesialis yang bertugas di RSUD dr. Soekardjo yang berkompeten di bidangnya masing-masing dan tentunya berhubungan dengan tema yang diangkat pada kegiatan tersebut.

Ketua panitia IHT Resusitasi Cairan Pada Pasien Anak dan Dewasa kali ini yaitu dr. Lucia Christianti, M.Kes. Beliau mengatakan bahwa narasumber atau pemateri pada IHT ini adalah dokter-dokter spesialis yang mempunyai kompetensi yang bagus dan mumpuni.

Kegiatan IHT Resusitasi Cairan Pada Pasien Anak dan Dewasa ini diikuti 100 orang yang merupakan dokter umum, perawat dan bidan serta kepala ruangan yang bertugas di RSUD dr. Soekardjo. Lucia menambahkan, kegiatan IHT kali ini memanfaatkan teknologi paperless dimana tidak lagi menggunakan fotokopi handout sehingga seefektif dan seefisien mungkin tidak menggunakan kertas untuk bahan materinya. Para peserta pun dapat me-link materi pada alamat yang dituju di akhir acara. Bertindak sebagai pemateri yaitu dr. Teguh Santoso, Sp.An., M.Kes, dr. H. Dani Farid Abdullah, Sp.PD, dr. Rd. Heni Puspitasari, Sp.A., M.Kes.

Kegiatan IHT Resusitasi Cairan Pada Pasien Anak dan Dewasa ini dibuka secara resmi oleh Wakil Direktur Pelayanan dr. Hj. Rini Dwidarini, MM., MMRS. Rini menyampaikan sambutannya yang luar biasa kepada seluru panitia IHT tersebut karena dalam waktu singkat dapat menyelenggarakan kegiatan ini dengan maksimal. Menurut Rini dengan terselenggaranya kegiatan IHT ini diharapkan semua peserta khususnya dokter umum, perawat, bidan bahkan seluruh kepala ruangan yang bertugas di RSUD dr. Soekardjo dapat manambah ilmu dalam bidang resusitasi cairan yang tentunya sangat bermanfaat bagi para peserta untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada pasien di RSUD dr. Soekardjo. Rini berharap IHT kali ini merupakan langkah awal untuk palaksanaan kegiatan IHT yang lainnya.

IHT Resusitasi Cairan Pada Pasien Anak dan Dewasa ini bekerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia. Tak lupa Rini juga berterimaksih kepada Sub. Bagian Pendidikan dan Pelatihan RSUD dr. Soekardjo yang telah memfasilitasi kegiatan IHT tersebut. Menurut Rini IHT kali ini sangat bermanfaat terutama untuk penanganan kasus-kasus Dengue Shock Syndrome (DSS) dan Demam Berdarah Dengue (DBD) dimana pasien dengan kasus-kasus penyakit tersebut diakui Rini belakang ini meningkat di RSUD dr. Soekardjo. “Kasus-kasus DSS dan DBD belakangan ini meningkat, mudah-mudahan dengan palaksanaan IHT ini paramedis bertambah kompetensinya sehingga angka kematian akibat DSS dan DBD ini bisa terus ditekan,” ujar Rini.

Pemateri pertama yang menyampaikan pemaparannya yaitu dr. Teguh Santoso, Sp.An, beliau memyampaikan materi tentang Perioperative Care dan Syok Hemoragik. Teguh menjelaskan Syok merupakan penurunan tekanan darah akibat penurunan curah jantung dan kehilangan darah. Teguh juga menjelaskan seputar Hipovolemia, Kardiogenik, Obstruktif dan Distributif. Selain itu Teguh juga menjelaskan seputar mamajemen syok dan beberapa jenis cairan untuk resusitasi diantaranya yaitu Kristaloid, Koloid dan Darah.

Pemateri yang ke dua yaitu dr. H. Dani Farid Abdullah, Sp.PD. Beliau berkesempatan menjelaskan tentang Update in Sepsis Guidline. Dani menjelaskan tentang kumpulan gejala-gejala yang diakibatkan oleh adanya inflamasi. Menurut Dani, gejala-gejala yang biasa muncul pada pasien inflamasi diantaranya yaitu mengalami demam, peningkatan jumlah leukosit, respirasi lebih atau sama dengan dari 20 per menit, dan sebagainya.

Untuk pemateri yang ke tiga yaitu dr. Rd. Heni Puspitasari, Sp.A., M.Kes, menjelaskan materi tentang Monitoring dan Pemberian Cairan pada Pasien Anak Syndrome Shock Dengue (DSS). Menurut Heni, pasien dengan DHF (Dengue Haemorrhagic Fever) beresiko mengalami syok. Heni juga memaparkan klasifikasi WHO SEARO 2011 tentang Infeksi Dengue dan Derajat Penyakit.

Attachments
  • img_4437-kecil
  • img_4422-kecil
  • img_4413-kecil

Related Post