Selamat datang di website resmi Rumah Sakit dr. Soekardjo

Adanya Calon Pegawai Negeri Cipil (CPNS) yang baru masuk dan tergabung sebagai pegawai baru di RSUD dr. Soekardjo dari berbagai profesi tentu saja disambut baik oleh RSUd dr. Soekardjo dan mereka mendapatkan berbagai pelatihan sebelum masuk kelapangan, salah satunya pelatihan Inhouse Training Komunikasi, Informasi dan Edukasi Efektif (KIE).

Evi Tan Sun Lan, SST selaku kepala Instalasi PKRS mengatakan bahwa edukasi menjadi salah satu bagian penting dalam pelayanan kesehatan, edukasi yang baik akan mendukung keberhasilan asuhan pasien, sehingga akan menentukan mutu dari pelayanan kesehatan. “Itulah sebabnya mengapa para petugas kesehatan yang tergabung dalam para Profesional Pemberi Asuhan (PPA) di rumah sakit diharuskan memiliki sertifikat edukator, karena mereka sebagai pemberi edukasi untuk pasien dan keluarga pasien harus memiliki kemampuan yang baik agar pasien ataupun keluarga merasa puas dengan informasi dan edukasi yang diberikan oleh petugas, selain itu dengan edukasi yang baik maka akan menghindari kasus centinel” ungkap Evi.

Selain itu Evi mengatakan bahwa Pelatihan KIE  ( Komunikasi, Informasi dan Edukasi Efektif ) angkatan V untuk CPNS ini diprakarsai oleh Bagian Diklat dan PKRS RSUD dr. Soekardjo, yang mana pelatihan ini bertujuan untuk kembali mencetak para edukator handal di RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya, sehingga para CPNS dipersiapkan benar-benar siap untuk terjun ke lapangan dengan kemampuan yang mumpuni (selasa, 09 April 2019). Selain itu Evi juga mengatakan bahwa selain mencetak para edukator yang handal dari setiap CPNS dengan beragam profesi yang meliputi dokter, perawat, bidan, farmasi, nutrisionis, rehabilitasi medik ini, lewat pelatihan ini diharapkan juga mampu menciptakan patient safety di rumah sakit disamping salah satu prasarat dalam akreditasi bahwa setiap edukator harus bersertifikat.

Evi menambahkan latar belakang dilaksanakannya pelatihan KIE ini adalah sebagai modal utama petugas rumah sakit dalam memberikan edukasi kepada pasien atau keluarga dimana petugas harus memiliki kemampuan komunikasi. “ Dalam rangka memberikan komunikasi, informasi dan edukasi yang efektif, para petugas diharuskan mempunyai keterampilan berkomunikasi, sehingga informasi yang diterima pasien dan keluarga adalah komprehensif, konsisten dan seefektif mungkin”, ujar Evi.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, kegiatan pelatihan KIE kali ini masih menggunakan pemateri dari dalam yang mana para pemateri ini juga telah kompeten dan bersertifikat sebagai trainer. “Saya sangat senang pelatihan ini berlangsung secara kontinyu dari tahun ke tahun, sehingga setiap tahun kita memiliki edukator bersertifikat yang jumlahnya lumayan banyak, semoga ini menjadi pemicu agar mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit ini terus meningkat dari waktu ke waktu” ujar Evi.

Untuk pelatihan KIE kali ini diikuti oleh 37 CPNS yang diharuskan memiliki kemampuan komunikasi. Selain itu anemo para peserta juga sangat luar biasa, terlihat bagaimana mereka sangat antusis mengikuti pelatihan ini dari awal sampai akhir, salah satu peserta mengatakan bahwa pelatihan KIE ini sangat menyenangkan, karena selain diberikan ilmu dan keterampilan dalam beredukasi, mereka juga diberikan beberapa game dan permainan yang menyenangkan.

Lebih lanjut Evi menambahkan untuk kedepannya diharapkan pelatihan KIE terus dapat dilaksanakan secara kontinyu agar semua PPA dapat memiliki sertifikat edukator dan kemampuan berkomunikasi dengan baik dalam memberikan edukasi dan informasi kepada pasien dan keluarga pasien agar tidak terjadi kesalahpahaman persepsi antara pasien, keluarga dan petugas di rumah sakit khususnya di RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya.

Attachments
  • img_4765-kecil
  • img_4788-kecil
  • 2019-04-10-09-00-12_mr1554861892820

Related Post