Selamat datang di website resmi Rumah Sakit dr. Soekardjo

Pada musim pancaroba tentunya berbagai macam penyakit dapat muncul kapan saja dimana saja. Salah satu penyakit yang bisa muncul pada musim pancaroba ini salah satunya adalah Demam Berdarah Dengue (DBD). Demam Berdarah Dengue ini adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue dan ditularkan oleh nyamuk Aedes Aegypti.

Mengingat begitu pentingnya pengetahuan dan pencegahan mengenai DBD ini, Instalasi Promosi Kesehatan Rumah Sakit (IPKRS) RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya melaksanakan penyuluhan dan edukasi kepada pasien dan keluarga pasien tetang penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Penyuluhan tersebut dilaksanakan dalam rangka Hari Demam Berdarah yang jatuh pada tanggal 22 April. Penyuluhan kesehatan tentang Demam Berdarah ini dilaksanakan di area tunggu dan ruang rawat inap di beberapa ruangan rawat inap RSUD dr. Soekardjo.

Kepala Instalasi PKRS RSUD dr. Soekardjo Evi Tan Sun Lan, S.ST menjelaskan bahwa penyuluhan tentang Demam Berdarah ini sangat penting agar pasien maupun keluarga pasien dapat mengetahui bagaimana cara mencegah dan/atau pun menanggulangi Demam Berdarah agar kasus Demam Berdarah ini penyebarannya bisa ditekan dan tidak semakin meluas.

Menurut Evi, Demam Berdarah merupakan salah satu penyakit yang berbahaya dan dapat menyebabkan kematian jika tidak ditanggulangi dengan benar. “Oleh karena itu, peran kita bersama sangatlah penting untuk melakukan pencegahan terhadap penyakit tersebut”,ujar Evi. Evi juga menambahkan bahwa penyakit Demam Berdarah ini erat kaitannya dengan kebersihan lingkungan. “Lingkungan sekitar tempat tinggal kita haruslah dijaga agar tidak ada nyamuk yang bersarang”, tandas Evi.

Selama ini masyarakat masih sering menganggap remeh jika seseorang terserang demam. Masyarakat seringkali menganggap demam biasa atau kecapaian sehingga pengobatannya pun seadanya dan hanya minum obat-obatan penurun panas biasa. Padahal menurut Evi, ada gejala-gejala khas Demam Berdarah yang perlu diwaspadai yaitu adanya demam secara tiba-tiba, sakit kepala berat, sakit pada sendi dan otot, bintik merah pada lengan dan kaki, mimisan, radang perut, mual muntah atau diare, dan kejang-kejang. Jika hal tersebut dialami oleh seseorang maka segeralah memeriksakan diri ke dokter agar bisa ditangani dengan cepat sehingga resiko kematian akibat DBD ini dapat ditekan.

Evi juga menambahkan jika seseorang mengalami demam lebih dari 3 hari maka berilah minum yang banyak, beri obat penurun panas dan segera bawa ke tempat pelayanan kesehatan. Pengetahuan masyarakat untuk mencegah penyebaran penyakit Demam Berdarah sangat penting. Oleh karena itu, PKRS RSUD dr. Soekardjo memberikan penyuluhan agar pasien maupun keluarga pasien, umumnya masyarakat dapat melakukan pencegahan penyebaran penyakit ini yaitu dengan KUTUKUTAU PLUS (Kuras, Tutup, Kubur, Pantau dan Plus hindari gigitan nyamuk). Karena Demam Berdarah dapat dicegah dengan melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

Lebih lanjut Evi juga menjelaskan masyarakat harus mengenali ciri dari nyamuk demam berdarah yaitu nyamuk tersebut berwarna belang hitam putih, bertelur di air yang bersih, menghisap darah pagi dan sore, senang hidup di tempat gelap dan benda bergantung, bisa terbang hingga radius 100 meter dari tempat menetas.

Penyuluhan tentang Demam Berdarah yang dilaksanakan oleh PKRS RSUD dr. Soekardjo tersebut selain membagikan leaflet tentang Demam Berdarah juga membagikan lotion anti nyamuk untuk pasien dan keluarga pasien yang ada di lingkungan RSUD dr. Soekardjo. Pasien dan pengunjung yang menerima edukasi tentang Demam Berdarah ini mengaku antusias dan senang karena penyuluhan tersebut sangat bermanfaat sehingga menambah pengetahuan pasien dan keluarga dalam mencegah dan menangani Demam Berdarah.

Attachments
  • img_4847_mr1555982152439
  • img_4889-kecil
  • 2019-04-23-08-19-25

Related Post